Lucid Dream Zeline: 1. Keluarga Aristrokat dan Gang Misterius
Lucid Dream Zeline: 1. Keluarga Aristrokat dan Gang Misterius
Sore ini, aku hidup pada latar waktu dan tempat yg berbeda selama beberapa jam di duniaku dan beberapa hari di dunia itu
Yang paling menyebalkan, aku hanya ingat sebagian
Aku hidup di sebuah keluarga, sebuah keluarga besar, teridiri dari beberapa cabang, lebih tepatnya, saudara jauh, mereka berwajah berbeda dari di sini, namun sudah tersetel seperti itu.
Kami seperti memiliki daerah masing-masing, sebuah peraturan tak tertulis. Namun jelas, kami tidak pernah melewati ataupun melihat sekali kali pada sebuah gang itu.
Lalu seingatku, aku masuk ke gang itu dan entah bagaimana, disitu ternyata ada banyak atau lebih tepatnya seluruh bangunan di gang itu, kosong, dengan segala isi dan alat alat yang tidak lengkap namu terawat dengan rapi, Hana terkesan, di kepadatan bangunan besar, bisa dibilang sangat bagus, karena bersih dan tersusun rapi.
Entah bagaimana lagi,aku masuk ke sebuah ruangan, kosong dengan sekat, seperti lab komputer, namun tak ada komputernya, berkarpet biru memenuhi lantai, pintu dengan kunci yang sebentar lagi rusak(atau memang sudah rusak), dan tirai biru tua.
Lalu aku mulai merenovasi ruangan itu, seakan itu diperuntukkan bagi ku, bahkan aku memindahkan kursi kantor yang masih bagus ke ruangan itu, membereskan sekat sekat. Dan besoknya, aku dan beberapa orang, di ruangan itu, entah melakukan apa, tak terlalu ingat, namun tiba tiba, terdengar suara motor, di ruangan sebelah, (jadi bagian depan ruangan itu seperti kontrakan) aku dengan refleks melihat melalui celah tirai, seorang bapak-bapak berjaket hitam, dengan tampilan preman, langsung aku mengunci pintu yang memang tertutup di sebelahku, yang entah bagaimana, membuat kuncinya rusak dan tidak bisa diputar lagi, kami terkunci.
Lalu entah aku baru tersadar atau apa, aku melihat ventilasi, yang tidak memiliki sekat lagi, hanya dinding yang membentuk ventilasi sangat lebar, hingga aku mengira itu sengaja dibuat untuk melarikan diri, melompat dari situ, berlari lalu berbelo ke kanan, dan melihat tangga besar, seorang laki-laki remaja, di sekitar situ.
Lalu aku pulang ke rumah
Lalu ke esokan harinya, keluarga ku berkumpul
Sialan
Aku lupa mereka berkumpul untuk apa
Yang jelas, ketika sepulang sekolah, aku kembali ke gang itu, hanya untuk melihat panculikan gadis seusia ku. Aku saat itu tidak memakai jilbab, rok pendek longgar abu abu sekolah.
Bersembunyi sebentar di dalam kotak, aku melihat ar--ni di situ, dengan tangan di kunci di belakang, dan hanya memakai kaos dalam, memperlihatkan dada yang sedikit menggembung, belum berkembang sempurna, lalu preman itu mulai menggerayangi dadanya, ekspresi ar--ni mengeras, menahan marah
Apalgi aku, hanya menunggu preman itu lengah, aku keluar dari kotak, menghajar preman sialan itu dan ke 2 temannya, Tentu saja di bantu ar--ni, mereka ber 3 pergi,
Aku meminta maaf kepada ar--ni, ia tak mempersalahkannya.
Sedangkan yang lain, setelah berterimakasih dengan hormat, membungkukkan badan 90 derajat, lalu pulang.
Aku heran.
Lalu suatu saat aku berjalan jalan di sekitar gedung itu, melihat pintu belakang yang di coreti arang dengan tulisan latin, bahasa China, blablablaa Lin Hua? Ada kata Mei Yin juga. Entah apa artinya, tembok dan pintu berwarna kuning.
Beraturan sepanjang gang, saling berhadapan.
Seakan dulunya ramai penduduk saling menyapa, bertetangga. Lalu entah kenapa, meninggalkan rumah mereka. Padahal itu sangat sangat layak ditinggali, bagiku itu adalah harta karun, jika saja ada minimarket yang sama kondisinya, itu akan sempurna.
Menjadi tempat kesukaanku
Atau
Menjadi markas para brengsek sialan itu
Ketika aku di dunia itu, penglihatan ku normal, tanpa kacamata, melihat wajah dengan jelas. Hanya ketika aku disini, aku melupakan wajah wajah mereka.
Yang ku tahu, keluarga ku sangat dihormati, atau setidaknya, memiliki status tinggi, entah kenapa, dan semua anggotanya memiliki wajah rupawan.
Kurang lebih mungkin aku di sana juga memiliki wajah cantik
Karena aku tidak pernah bercermin jika dalam mimpi.
Mimpi berakhir.
#realstorybyzelinedream
Komentar
Posting Komentar